Dakwah

Seberapa Ridhakah Diri Kita terhadap Takdir yang Telah Allah Tetapkan?

ALLAH

Setiap manusia memiliki takdir berbeda-beda satu sama lainnya. Kaya ataupun susah. Cobaan ataupun kemakmuran yang Allah anugerahkan. Namun yang menjadi pertanyaan di dalam benak kita adalah seberapa ridha kah diri kita terhadap pembagian yang telah Allah tetapkan sebelum diri ini diciptakan?

“Miskin dan kaya adalah dua tunggangan yang aku tidak peduli, yang mana akan kutunggangi. Karena di dalam kemiskinan ada kesabaran, dan dalam kekayaan ada pengerahan harta (infak).” 

-Ibn Mas’ud ra-

Allah Maha Tahu lagi Maha Perkasa. Mengapa kita mengedepankan sesuatu yang kita suka padahal Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-hambanya. Bukankah sesuatu yang Allah sukai lebih baik dari pada apa yang selama ini kita dambakan?

Ketika kita berada dalam kesempitan, diri ini mengkhayalkan seandainya berada dalam kelapangan. Saat berada dalam panas terik di bawah sengatan fajar, diri ini menginginkan berada dalam naungan. Bahkan Saad bin Waqqash yang doanya mustajab pun menolak untuk berdoa agar Allah mengembalikan penglihatannya. Karena ia merasa ketentuan Allah kepadanya lebih baik daripada penglihatannya.

Tidak sedikit manusia yang kurang mensyukuri akan setiap ketentuan yang telah Allah tetapkan kepada diri mereka. Menganggap skenario yang kita inginkan lebih baik daripada takdir yang Allah SWT tentukan. Jika hati ini selalu tertaut akan cinta kepada Yang Maha Kuasa. Maka sesuatu yang Ia sukai akan lebih kita pilih karena kehidupan di dunia ini hanyalah untuk menyembah-Nya dan mencari keridhoan-Nya semata.

Imran bin Hushain ra pernah menderita penyakit busung lapar. Maka ia terus bersandar dengan punggungnya beberapa lama. Ia tidak dapat berdiri dan tidak dapat duduk. Bahkan diletakkan sebuah pispot di tempat tidurnya. Lalu datanglah Muthraf bin Abdillah Syakhir. Lalu ia menangis melihat kondisi Imran. Imran bertanya kepadanya, “Mengapa kamu menangis?”. Ia menjawab, “Karena aku melihatmu dalam keadaan yang mengerikan seperti ini.” Ia berkata, “Jangan menangis, karena jika Dia menyukai (keadaan ini) untukku, maka aku juga suka (keadaan ini) untuk-Nya.” (Dr. Mushlih Muhammad, Kecerdasan Emosi menurut Al-Quran, (Jakarta: Akbar Media, 2010), h. 99.)

Maka seberapa ridhakah diri kita dalam menerima takdir yang Allah tetapkan, baik dan buruknya peristiwa yang menimpa. Dengan rasa cinta kepada Allah kita akan tersadar, bahwa ujian dan musibah yang menimpa diri kita tidak ada satu pun yang tercipta dengan percuma.

Suatu hari Sufyan Tsauri berdoa di dekat Rab’iah al-Adawiyah, “Ya Allah, ridhalah kepadaku.”

Rabi’ah berkata, “Apa kamu tidak malu minta agar Dia ridha kepadamu, sementara kamu sendiri tidak ridha kepada-Nya?”

Sufyan berkata, “Astagfirullah.”

Kemudian Ja’far bin Sulaiman bertanya kepadanya, “Kapan seorang hamba dinyatakan ridha kepada allah SWT?”

Rabi’ah menjawab, “Jika kegembiraan terhadap musibah sama dengan kegembiraan terhadap nikmat.”

Rabi’ah berkata, “Ada seorang wali Allah yang kekuatannya (rezekinya) berasal dari tempat-tempat sampah.”

Lalu seorang pria bertanya kepadanya, “Apa susahnya jika ia memohon kepada Allah SWT agar memberikan rezekinya dari tempat yang lain?”

Ra’biah menjawab, “Diamlah, apakah kamu tahu bahwa para wali Allah adalah orang yang paling ridha, mereka tidak mau memohon kepada-Nya untuk mengubah penghidupan mereka, hingga Allah SWT memilihkannya untuk mereka?”

“Besarnya keyakinan seorang makhluk tergantung besarnya ridhanya. Sedangkan besarnya ridhanya tergantung pada cintanya karena Allah SWT.”

-Sahal-

“Jika kamu dapat bertindak dengan ridha bersama yakin, maka lakukanlah. Tapi jika kamu tidak mampu, maka bersabar pada sesuatu yang dibenci oleh dirimu akan memberi banyak kebaikan.” (HR. Tirmidzi)

Sumber: Dr. Mushlih Muhammad. 2010. Kecerdasan Emosi menurut Al-Quran. Jakarta: Akbar Media.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s